Menyingkap Surga Tersembunyi di Pantai Utara Manggarai Timur

 

Bersama abang Arsyad, berpose di Nanga Lok (Foto: Dok. pribadi)

Salah satu destinasi wisata yang menarik dan memanjakan pengunjung di Kabupaten Manggarai Timur adalah Nanga Lok. Teluk yang memiliki panjang sekitar 2 kilometer tersebut menyimpan banyak keindahan yang tidak dapat ditemukan di belahan bumi lainnya. Teluk ini terletak di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur. Penulis sendiri awalnya mendapatkan informasi dan rekomendasi tentang destinasi wisata itu dari postingan media sosial salah seorang pemerhati dan peduli pariwisata Kabupaten Manggarai Timur, abang Roffy Hibur Hijau.

Bersama komunitas ekstrakurikuler yang concern dengan literasi sekolah yakni eskrakurikuler ‘PersSmansa Narang’ mengunjungi Nanga Lok yang masuk dalam 10 besar nominasi Anugerahi Pesona Indonesia (API) kategori Surga Tersembunyi tahun 2022. Sebagai hajatan tahunan dalam komunitas ‘PersSmansa Narang’ mengunjungi Nanga Lok, Pantai Watu Pajung dan Danau Lotus terbesar kedua di dunia, Danau rana Tonjong adalah pilihan tepat untuk berdarmawisata tahun 2022.

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Satarmese berpose di Nanga Lok (Foto: Dok. Pribadi)

Hari pertama, rombongan berangkat menuju Pota dan menghabiskan waktu kurang lebih 6 jam. Perjalanan yang cukup jauh dari wilayah selatan Kabupaten Manggarai cukup menguras tenaga. Rombongan memutuskan untuk bermalam di Pota, ibukota Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Selain karena hari sudah mulai gelap, memulihkan tenaga untuk bisa sampai di Nanga Lok menjadi alasan untuk memutuskan menghabiskan malam di kota bunga Teratai. Perjalanan menuju surga tersembunyi masih membutuhkan waktu 30 menit atau sekitar 10 kilometer arah timur Pota.

Keesokan pagi, sebelum Mentari menyapa areal persawahan Pota, rombongan telah siap menuju Lokasi. Iringan mobil rombongan sejenak menepi di depan rumah kediaman abang Arsyad yang sekaligus dijadikan Information Center, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur. Sapaan hangatnya, sehangat sapaan mentari yang menyapa langkah pak tani di atas pematang sawah pagi itu. Keramahannya sungguh di luar obrolan lewat WhatsApp messenger semalam. Dia menyambut rombongan kami di gerbang rumah dan kantornya yang dihiasi oleh sapta pesona pariwisata. Keramahannya merupakan kenangan terindah dalam goresan diary darmawisata ‘PersSmansa. Beliau mengajak dan menuntun kami menuju ruang kerjanya penuh ceriah. Rombongan diberi arahan singkat. Setelah mendapatkan briefing darinya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Watu Pajung sebelum tiba di Nanga Lok.

Dokumentasi sebelum berpisah di ruang kerja abang Arsyad (Foto: Dok. Probadi)
Abang Arsyad, lebih memilih bersama anak komunitas yang menggunakan oto kol dengan hentakan music memekak gendang telinga. Iringan rombongan terus melaju di antara areal padi yang menguning. Suguhan pemandangan yang indah menghantar rombongan tiba di persinggahan pertama yakni Watu Pajung. Abang Arsyad, bergegas turun dari truk kayu dan membisikan agar rombongan terlebih dahulu mengunjungi Nanga Lok. Kondisi jalan yang baik menghantar rombongan tiba di Pantai Nanga Lok yang menawarkan sejuta sensasi. Beberapa menit kemudian rombongan tiba di destinasi ketiga darmawisata tahun 2022.

Bagi wisatawan, memasuki Nanga Lok tidak dikenakan biaya alias gratis. Menikmati sejuta sensasi pemandangan indah tanpa biaya adalah sebuah kenikmatan dan anugerah yang indah. Pengunjung cukup menjaga agar spot wisatanya tetap terawat, bersih dan mensyukuri anugerah pesonanya. Hamparan savana, di bagian barat hingga puncak bukit cinta, hutan bakau sepanjang bibir pantai, dengan angin sepoi-sepoi meniup rerumputan serta garis-garis putih membelah di tengah laut selebar 600meter merupakan suguhan keindahan Surga Tersembunyi Nanga Lok bagi setiap pengunjung.

Sunyi dan sepi. Tidak ada buihan ombak, tidak ada deruhan ombak. Sejauh mata memandang dari atas puncak bukit cinta hanya ketenangan air laut yang membiru. Tidak ada suara lain, selain teriakan anak komunitas yang merasakan sensasi keindahan Nanga Lok. Alam Nanga Lok, rupanya bersemedi. Alam Nanga Lok menawarkan keteduhan dan ketenangan hakiki.

Sesekali abang Arsyad menawarkan diri. Mengabadikan diri lewat android dan dlsr di setiap spot, di setiap pemberhentian langkah kaki penulis. Alam Nanga Lok menawarkan kesunyian. Alam Nanga Lok mengajak pengunjung sejenak berdiam diri. Menikmati setiap lukisan Sang Maha yang tentunya tidak bisa ditemukan di belahan bumi lain. Semua hanya ada di Nanga Lok, Surga Tersembunyi. Tempat yang tepat melepas kejenuhan, melepas kepenatan dari aktivitas duniawi yang kadang menghamba diri. Aktivitas yang melupakan bahwa anugerah Tuhan di utara Manggarai Timur yang dapat memanjakan mata pengunjung dan memulihkan diri. Kira-kira seperti itu simpulan ucapan abang Arsyad di sela langkah kaki kami beriringan mendekati bukit cinta.

Tahun 2022 antara Juni hingga Oktober penanggalan 31, surga tersembunyi Nanga Lok akan bersanding dengan sembilan destinasi kategori surga tersembunyi lainnya di wilayah Nusantara dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia. Surga Nanga Lok akan bersanding dengan Pulau panjang Paleleh di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Danau Framu di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat dan Pulau Bahuluang di Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Dari pulau andalas beberapa destinasi yang masuk nominasi surga tersembunyi akan bersaing dengan Nanga Lok dalam ajang tersebut. Disana ada Terujak Falls di Negeri Serambi Mekah, tepatnya di Kabupaten Aceh Timur, Pulau Sugi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Enggano di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Danau Ulak Lia di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dan Air Terjun Sungai Bulan di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi serta dari ujung utara Nusantara, ada Riam Uak di Kabupaten Kotawaringin, Provinsi Kalimantan Tengah.

Comments

Popular posts from this blog

Salahkah Berbagi Praktik Baik Dalam Pembelajaran ‘Merdeka Belajar’?

Mengintip Profil Salah Satu Calon Guru Penggerak Asal SDK Cewonikit