Peran Bahasa Inggris di Era Digital
Di era industri 4.0 bahasa Inggris memiliki peran
penting dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Publikasi dan pengenalan pengetahuan pun teknologi baru, selalu
menggunakan bahasa Inggris sebagai medio penyampaian kepada khalayak umum. Baik
melalui bahasa verba maupun non verba penggunaan bahasa Inggris tetap menjadi
pilihan pertama. MENGAPA BAHASA INGGRIS? Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar
dalam komunikasi global. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang memiliki jumlah
pembicara teratas di planet bumi.
Menyadari pentingnya peran bahasa Inggris, beberapa
negara di dunia yang bukan sebagai bahasa ibu, menetapkan bahasa Inggris
sebagai bahasa kedua (second language), bahasa asing (foreign language) hingga
menetapkan sebagai compulsory subject dalam kurikulum pendidikan. Bahasa
Inggris dipandang sebagai salah satu sarana utama dalam berkomunikasi dan
tatanan kehidupan sehari-hari masyarakat suatu negara. Bahasa Inggris tidak
lagi menjadi suatu alat komunikasi semata, tetapi lebih dari itu bahasa Inggris
adalah sarana yang tepat dalam menyampaikan suatu ilmu pengetahuan dan alat
yang dipakai dalam mengenalkan suatu produk. Seorang ahli atau peneliti
membutuhkan bahasa Inggris dalam mempublikasi hasil riset atau penemuan baru
yang dilakukan sehingga hasil risetnya bisa tersiar hingga ke seluruh penjuru
dunia. Demikian pula dengan produk teknologi baru. Industri atau perusahaan
penyedia menggunakan bahasa Inggris dalam pengenalan dan pengoperasian produk
agar dengan mudah dipasarkan ke seluruh dunia.
Indonesia sebagai salah satu negara dengan bahasa
Inggris sebagai salah satu bahasa asing dan menjadi salah satu subject wajib
dalam kurikulum pendidikan menengah. Namun demikian tidak dapat dipungkiri
bahwa penguasaan bahasa Inggris warga negara Indonesia masih di bawah negara
lain di kawasan Asia Tenggara. Indonesia berdasarkan sebuah riset, berada pada
urutan kelima di Asia tenggara setelah Singapura, Thailand, Malaysia dan
Filipina.
Seorang yang memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan
baik mempunyai peluang lebih untuk mendapatkan referensi yang cukup. Mengapa
demikian? Karena dengan kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki, seseorang akan
dengan mudah memahami berita terkini dan produk terkini serta apa dan bagaimana
fungsi atau kegunaan suatu produk. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki
kemampuan bahasa Inggris lebih mudah mengoperasikan sebuah komputer ataupun
laptop bila dibandingkan mereka yang tidak memahami bahasa Inggris sekalipun
itu pasif.
Selain itu, kehadiran media informasi dan teknologi
telah membuat dunia tanpa sekat dan ruang tertutup. Media sosial, start-up,
aplikasi media sosial membanjiri dunia informasi dan teknologi. Kehadiran media
informasi dan teknologi menawarkan berbagai keuntungan dan kemudahan dalam
mengakses dan melakukan transaksi. Semuanya menawarkan kenyamanan dan keamanan
yang baik. Disamping itu mereka juga menawarkan kecepatan dan keakuratan.
Sebagian besar media informasi tersebut dibuat dan dikembangkan dengan
menggunakan bahasa Inggris. Bahkan, menurut hasil penelitian yang dilakukan
oleh sebuah Lembaga Pendidikan Internasional Education First (EF) dalam laporan
hasil penelitian, EF English Proficiency Index (EX EPI) tahun 2019 di 100 negara dengan melibatkan 2,3
juta peserta melalui test online EF Standard English Test (EFSET), menunjukan
bahwa kemahiran bahasa Inggris memiliki korelasi dengan penghasilan individu.
Menurut hasil test tersebut, semakin tinggi tingkat kemampuan bahasa Inggris
suatu negara, maka semakin besar pula rata-rata pendapatan penduduk di negara
tersebut (liputan6.com). Sehingga, kuranganya pemahaman terhadap bahasa Inggris
(lack of English) akan dapat menjadi sebuah batu sandungan yang dapat mengancam
eksistensi keberadaan seseorang, keterbelakangan informasi, keterbelakangan
literasi dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, mempelajari bahasa Inggris di zaman
digital bukan lagi sebuah pilihan. Belajar bahasa Inggris adalah sebuah
keharusan agar kita mampu mengikuti zaman. Mempelajari bahasa Inggris berarti
kita mampu bertransformasi dengan sesuatu yang baru dan meninggalkan sesuatu
yang konservatif.
Comments
Post a Comment